Ya Allah, Ijinkan aku untuk mencintaimu dengan dua cinta.
Cinta karena aku memang mencintai-Mu, cinta yang buta dan abadi
dan Cinta karena aku adalah kelayakan yang cukup di dalam mencintai sesuatu yang paling layak dicintai, cinta yang menggelora dan lestari.
Ya, Allah berilah aku kesediaan untuk menjadi sesuatu yang pantas, kemudahan untuk menjadi…
Sebagai sesuatu yang engkau hunjamkan dalam-dalam di setiap buku-buku di relung hati.
Agar Aku-ku bersedia mabuk diri, mabuk rohani dalam remang kehadiran Wajah Suci-Mu.
Ya, Engkau Tuhanku, Berpayung di bawah ketuhananmu, ijinkanlah aku memiliki ketajaman untuk menangkap sesuatu yang maha Pantas dan memiliki cinta yang Dahsyat.
Agar nuraniku dapat menikmati setiap lekuk keindahan-Mu yang yang meniup mendesir di sekitar kelopak nurani.
Dan Ya Engkau Allah,
Tanpa mengurangi rasa hormatku yang Syahdu, aku menghiba Pada-Mu agar Kau pandu keakuanku berjalan menuju ArahMu, untuk menjadi sesuatu yang pantas,
Aku tidak hendak menikmati “bertepuk sebelah tangan” dengan cara yang lain.
Karena merasa terasing dalam tembok-tembok ketidak pastian tanpa tulang iman,
daging ketakwaan, dan sumsum akhlak, menuju, dari, ke arah MU yang AGUNG,
Aku sedang menjadi… menuju Ada-Mu yang Kekal-Abadi.
Di dalam do’a dan di dalam asa.
Aku bersujud
ya Allah
kekalkan cinta kami di dunia dan akhirat
ya Allah
masukkan kami ke dalam surga firdaus-Mu
agar kami dapat terus bercinta selama-lamanya
ya Alah
berikan sentuhan cinta-Mu yang agung
tiada kuasa aku berbuat
kecuali bersujud kepada-Mu
Illahi, setiap kali bila kurenungkan kemurahan-Mu
yang begitu sederhana mendalam
akupun tergugu
dan membulatkan sembahku pada-Mu
Asa
pada-Mu
kutitipkan secuil asa
kau berikan selaksa bahagia
pada-Mu
kuharapkan setetes embun cinta
kau limpahkan samudera cinta
Bidadarriku
namamu tak terukir
dalam catatan harianku
asal usulmu tak hadir
dalam diskusi kehidupanku
wajah wujudmu tak terlukis
dalam sketsa mimpi-mimpiku
indah suaramu tak terekam
dalam pita batinku
namun kau hidup mengaliri
pori-pori cinta dan semangatku
sebab
kau adalah hadiah agung
dari Tuhan
untukku
bidadariku
Mata Bundaku
selalu saja kurindu
abad-abad terus berlalu
berjuta kali berganti baju
nun jauh di sana mata bening menatap haru
penuh rindu
mata bundaku
yang selalu kurindu
Lumpur hitam
aku adalah lumpur hitam
yang mendebu
menempel di sandal dan sepatu
hinggap di atas aspal
terguyur hujan
terpelanting
masuk comberan
siapa sudi memandang
atau megulurkan tangan?
tanpa uluran tangan Tuhan
aku adalah lumpur hitam
yang malang
Lesu
rinai tangis dalam hatiku
bagai hujan di kota
apa gerangan makna lesu
yang menyusup masuk kalbuku?
Puisi paling berharga
agar dapat melukiskan hasratku, kekasihku,
taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu,
ciuman dalam malam yang hidup,
dan deras lenganmu memeluk daku
seperti suatu nyala bertanda kemenangan
mimpiku pun berada dalam
benderang abadi.
Bidadari
alangkah manis bidadariku ini
bukan main elok pesonanya
matanya berbinar-binar
alangkah indahnya bibirnya
mawar merekah di tama surga
maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
seakan-akan bidadari itu seperti permata Yajut dan marjan
maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula





