Senin, 20 Februari 2012
getaran sanubari yang merindu :)
begitu indah kata-kata yang terucap belum tentu sesuai dengan tingkah laku
namun kata kata adalah curahan hati yang takan pernah bohong..
begitu ramah cara bicaramu belum tentu seindah perangaimu terhadap ku
namun keramahan itu menghilangkan rasa tidak sukamu terhadapku..
hati iini selalu bergetar merasakan ketakutan untuk bertemu denganmu,
hati ini selalu merintih meminta dia didatangkan untukku,
aku tak mau mencari aku hanya ingin menunggu dia yang akan segera datang mengucapkan janji setia dalam mahligai kebahagiaan yang diharapkan itu,
rasa kesal ini hilang dengan kesabaran & setianya menunggu dirimu yang sedang mempersiapkan kebahagiaan itu
rasa takut itu mencoba untuk selalu dilawan karena aku yakin Alloh yang akan mempertemukan kita,
walau orang-orang selalu berkata ini dan itu tentang kita..
hati ini sungguh lemah dibandingkan luarnya,
hati ini sungguh resah menghadapi semuanya,
hati ini merasa sakit karena diamnya bibirku menjaga hati ini demi sang pangeran yang akan menjemputku,
dia tangguh dalam membina keluarga,
dia sabar dalam menjalani hidup.
dia kuat dalam menempuh jalan menjemputku.
dia akan tetap berusaha karena aku disini berusaha untuk tetap menjalani hari hari dengan kesabaran dan ibadah
dia akan tetap menjaga karena aku disini akan selalu menjaga diriku
wahai imam ku nanti...
aku jalani hari hari agar saat waktunya datang, aku tidak merasa lama menunggu
aku kuatkan hati, agar kelak siap bertemu dengan kamu yang saat ini berada jauh dihadapanku namun berada dekat karena sesungguhnya Allah telah mendekatkan kita..
Semakin baik maka kita semakin dekat
tetap bersabar untuk itu :)
menunggu kamu dengan kekuatan, kesabaran, ketenangan, perjuangan, perbaikan, dan kesiapan.. :)
Rabu, 08 Februari 2012
Komersialisasi dan Komoditas Pendidikan
Iseng –
iseng, Insyaalloh bermanfaat JJ
Saling share aja JJ
Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh J
Sebuah percakapan sederhana dengan
kakak kelas ku di jurusan pendidikan bahasa arab : berawal dari niatku ingin
mengikuti lomba nulis yang diadakan sebuah Universitas di Indonesia, namun saya
mengalami kesulitan dalam mengumpulkan bahan dan pemikiran – pemikiran tentang
tema tersebut, tak ada buku, ada bahan di internet tapi membuatku bingung untuk
mencerna tulisan itu karena sebagian ada istilah – istilah dalam bahasa
Inggris,,hmmm sedikit ide untuk share hal itu di facebook.
Saya kirim ke beberapa teman dan kakak kelas
saya, lalu ada sebagian dari mereka yang mengomentarinya. Alhamdulillah ada
yang menanggapinya, salah satunya di bawah ini :
A : Begitu parahkah Pendidikan Indonesia? ada yang punya tanggapan tentang" Komersialisasi
dan Komoditas Pendidikan "
K : Hmm, tidak bisa dipungkiri lagi, itulah yg
membedakan pendidikan sekarang dan masa lalu. Sekarang : Nilai aja mesti
dibeli. Ckckck..
A : trus solusi nya gmna? apakah ada?
K :
Memurnikan
proses pendidikan seperti dulu lagi : Tidak menjual murah nilai, tidak selalu
menomorsatukan uang dalam pendidikan (serba bayar, tapi berikanlah beasiswa
bagi murid yg kurang mampu dan berprestasi), menjunjung citra pendidikan yang
baik, dll. How about U?
A : no comment,,aku mau tau tentang hal itu
dari kakak2 dan teman2,, hmmm emang agak sulit untuk memurnikan kembali
pendidikan,,karena mereka para perumus aturan2 pendidikan yang malah menjadikan
pendidikan dikomersialisasikan.. :))begitukah?
K :
Ya emg bnr pendapatmu,
pendidikan skrg kdng suka dikomersialisasikan. Hal itu krn manusia skrg
pengennya yg instan dan cepat saji. Contoh: Mau cepat masuk perguruan tinggi,
mesti bayar. Nilai bagus, bayar, dsb. Ini-itu serba bayar. Mgkn pikiran "cepat saji" ini muncul krn mereka
beranggapan untuk mempermudah proses. Dimaklum aj, klo pikiran spt tu di masa
skrg. Tp apkh tdk ada cara lain, yg lbg baik? Pendidikan masa dulu sistemnya
ikhlas. Ngga mesti bayar mahal kan? Yg pntg peserta didiknya nyaman belajar.
Alaisa kadzalik?
A : makasih kak... :))
K : OK. U'r welcome :D
Asyik dan
menyenangkan bukan berdiskusi?
Lalu
sedikit pemikiranku terbuka tentang komersialisasi pendidikan.
Komersialisasi
= perdagangan
Pendidikan
= proses mendidik?
Sepintas dalam pikiranku tertulis
perdagangan dari sebuah pendidikan atau proses pendidikan yang diperdagangkan?
Sangat membuat merinding, pendidikan di Indonesia diperdagangkan? Hmmm,,memang
benar tak sedikit sekolah – sekolah yang ada di Indonesia menjadikan pendidikan
target untuk mencari keuntungan para pelaku sekolah bahkan pemerintah
sekalipun. Pendidikan menjadi persoalan utama yang perlu dikaji dan diperbaiki
saat ini, bukan hanya sistem akan tetapi orang – orang yang terkait di
dalamnnya. Begitu mulianya sebuah kata pendidikan yang didalamnya sarat akan
ilmu, (ilmu dunia dan akhirat) dan ternyata hanya jadi alat untuk kepentingan
orang – orang tertentu saja. Bahkan mungkin kita juga termasuk karena telah
ikut teracuni sistem seperti itu. Na’udzubillaahimindzalik JJ
Komentar dari seorang teman di salah
satu grup yang saya ikuti di facebook berkata :
“ ktk
ideologi kapitalis sudah merasuk dlm dunia pendidikan, jgn prnh berharap ada
sekolah gratis! “
Katakan
saja sekolah gratis ?
Pemerintah
menggembor – gemborkan sekolah gratis untuk masyarakat kurang mampu, realitanya
hanyalah slogan – slogan pembohong yang di dalamnya tetap memberikan pungutan –
pungutan atau bayaran – bayaran bukulah, bimbingan belajar, dan biaya bangunan
yang super duper MAHAL.
Berawal
dari ekonomi kapitalis ternyata pendidikan juga ikut – ikutan seperti itu.
Semakin tinggi dan banyaknya permintaan ini dan itu dari sekolah semakin
berdampak buruk bagi anak – anak yang ingin sekolah lebih tinggi, yang kaya
semakin mudah karena segala sesuatu bisa didapat dengan uang sekalipun itu
pendidikan. Lalu yang miskin semakin susah untuk bisa duduk di bangku sekolah.
Masyaalloh begitu serakahkah manusia?
Lalu
apakah ada perbaikan dalam proses belajarnya?
Sebagian
besar siswa hanya bisa mengikuti prosesnya saja tanpa memaknainya sebatas
mencari pendidikan, ya mungkin begitu “seperti terlukis dalam film 3 Idiot bhwa pendidikan skrng
terutama di perguruan tinggi hanya melahirkan mesin untuk bekerja bukan untuk
memanusiakan manusia sesuai dengn jati diri bangsa kita” ( kata seorang teman )
Semakin indah perbincangan walau tak
tatap muka namun bisa bertukar ilmu, salah satunya link ini:
Memberikan pencerahan yang luar biasa,
kembali ke sistem islam tanpa harus mensetting ulang keseluruhan sistem. Namun
dengan mengambil dan menerapkan sebagian sistemnya, dapat berpengaruh pada
aspek lain. Insyaalloh
Tetap
jadikan pendidikan itu sesuatu yang amat penting, walau embel – embel
komersialisasi, komoditas pendidikan, murid dijadikan konsumen, dan bahkan
dunia semakin gila dengan kapitalisme, sekularisme, atau apapun lah namanya
yang terpenting mendidik anak untuk tetap menjadi manusia yang bertaqwa dan
berilmu harus dijalankan, walau tidak dengan bangunan mewah, buku yang mahal,
fasilitas yang lengkap. Selama alam ini masih bisa kita jadikan objek
pembelajaran, why not? Orangtua akan tetap menjadi sumber dan perantara pokok
dalam membina anaknya.
Pemerintah
mungkin boleh menerapkan beragam sistem ini dan itu, tanpa harus merusak dan
memberikan beban serta penderitaan yang berlebih kepada rakyatnya.
Satu
hal yang bisa saya ambil, mungkin adanya komersialisasi hanya akan menambah
kebodohan karena pendidikan hanya akan dirasakan bagi orang – orang yang bisa
membayar saja sedangkan mereka yang kekurangan hanya akan merasakan penderitaan.
Namun dalam islam pendidikan akan tetap tercipta karena masih ada peran aktif
orangtua dan alam yang selalu memberikan banyak pelajaran murah dan mudah tanpa
harus menjadikan pendidikan sebagai komoditas jasa yang yang sulit didapatkan.
Mudah
– mudahan bermanfaat JJJ
Kalau
ada yang kurang boleh ditambahkan atau dikurangi.
Wassalaamu’alaikum
warohmatulloohi wabarokaatuh JJJ
Jumat, 03 Februari 2012
Keutamaan Bahasa Arab
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”
Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah ta’ala untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.
Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab.
Syaikh Utsaimin pernah ditanya: “Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?” Beliau menjawab: “Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya. Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia, dengan bahasa Inggris adalah haram. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna.” (Kitabul ‘Ilmi).
Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu?? Kalau keadaannya sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana mungkin mereka bisa memahami syari’at dengan benar kalau mereka sama sekali tidak mengerti bahasa Arab…???
Hukum Orang Yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan Bahasa Selain Bahasa Arab
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau berkata: “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata: “Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual beli (berdagang) dengan nama tu’jar (tujjar dalam bahasa Arab artinya para pedagang-pent), kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa arab. Sedangkan “samasiroh” adalah penamaan dengan bahasa `ajam (selain arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab menamai para pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang tersebut berbahasa Arab lalu dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent) dengan bahasa `ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah, sehingga Allah menurunkan kitab-Nya yang dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa penutup para Nabi, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan seyogyanya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain. Imam Syafi’iy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia tidak berbahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa `ajam.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Abu Bakar bin ‘Ali Syaibah meriwayatkan dalam Al Mushanaf: “Dari Umar bin Khattab, beliau berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa Persia kecuali menipu, tidaklah seseorang menipu kecuali berkurang kehormatannya. Dan Atho’ (seorang tabi’in) berkata: Janganlah kamu belajar bahasa-bahasa ajam dan janganlah karnu masuk gereja – gereja mereka karena sesungguhnya Allah menimpakan kemurkaan-Nya kepada mereka, (Iqtidho Shirotil Mustaqim). Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata: “Tanda keimanan pada orang ‘ajam (non arab) adalah cintanya terhadap bahasa arab.” Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan bahasa selain Arab, yang mana bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al-Qur’an, sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi penduduk suatu daerah, keluarga, seseorang dengan sahabatnya, para pedagang atau para pejabat atau bagi para karyawan atau para ahli fikih, maka tidak disangsikan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) dengan orang `ajam dan itu hukumnya makruh.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Khurasan, yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta menduduki Maghrib, yang penduduknya berbahasa Barbar, maka kaum muslimin membiasakan penduduk kota tersebut untuk berbahasa Arab, hingga seluruh penduduk kota tersebut berbahasa Arab, baik muslimnya maupun kafirnya. Demikianlah Khurasan dahulu kala. Namun kemudian mereka menyepelekan bahasa Arab, dan mereka kembali membiasakan bahasa Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa mereka. Dan mayoritas mereka pun menjauhi bahasa Arab. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini adalah makruh. (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Merupakan metode yang baik adalah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di rumah dan di kantor, hingga nampaklah syi’ar Islam dan kaum muslimin. Hal ini mempermudah kaum muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush shalih. Lain halnya dengan orang yang terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh dalam usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal, agama dan tingkah laku.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah. Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya. Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak mau iapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, menganggap kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hukum Mempelajari Bahasa Arab
Syaikhul Islam Berkata: “Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah:
“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib.”
Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab.”
Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).
Penutup
Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama.
Sungguh sangat ironis dan menyedihkan, sekolah-sekolah dinegeri kita, bahasa Arab tersisihkan oleh bahasa-bahasa lain, padahal mayoritas penduduk negeri kita adalah beragama Islam, sehingga keadaan kaum muslimin dinegeri ini jauh dari tuntunan Allah ta’ala dan Rasul-Nya.
Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan… mempunyai andil dan peran dalam memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan masyarakat akan pentingya bahasa Al Qur’an ini, dengan segala kemampuan yang dimiliki, semoga Allah menolong kaum muslimin dan mengembalikan mereka kepada ajaran Rasul-Nya yang shohih. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah ta’ala. Segala puji hanyalah bagi Allah Tuhan semesta alam.
***
Penyusun: Tim Bahasa Arab Online
Kamis, 02 Februari 2012
Satu Kesulitan VS Dua Kemudahan
Oleh: Deasy Lyna Tsuraya
Percayalah pada janji Allah. Pun disaat kita diamuk gulana.
Semuanya sudah termaktub dalam lembaran ayat suci-Nya. Bacalah surah
Al-Insyirah ayat 5 dan 6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS
Al-Insyirah: 5-6).
Tentu ayat di atas sudah tak asing lagi bagi kita. Kita seringkali
mendengar ayat ini, namun kadang hati kita masih saja lalai, sehingga
tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum
memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh
luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar
mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa
ringan dan semakin mudah kita pikul.
Percayalah...
“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”
‘Abdullah bin Mas’ud RA pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk
ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya..."
Yakinlah saudaraku...
Bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu
dekat. Mungkin di awal-awal kesulitan, belum datang pertolongan atau
jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung
tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian ya? Itu
karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu amat pasrah. Segala suatu
telah diserahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala
urusan. Itulah yang dinamakan hakekat dari tawakkal.
Kuncinya adalah sabar. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi
paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan
berkeluh kesah.
Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,
Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan,
maka ia pasti akan selamat.
Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.
Penulis
adalah Pemimpin Redaksi Buletin Pernik Jurusan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar UNJ (2009-2010) dan pengarang lima buku sastra
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/25/llrb1w-satu-kesulitan-vs-dua-kemudahan
Hakikat Cinta dan Pernikahan dalam Islam
Oleh : Agustiar Nur Akbar
Cinta mengandung energi yang sangat besar, energi yang sangat luar biasa. Itulah kenapa seorang ibu rela berkorban sekalipun nyawanya demi sang anak. Seorang suami dapat tak hiraukan lelah dan peluh yang bercucuran demi anak istrinya. Para sahabat rela berkorban demi Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Dan Romeo yang rela mati demi Juliet kekasihnya (sebenarnya ini adalah perbuatan bodoh atas nama cinta).
Energi cinta yang besar mempunyai kekuatan untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu diluar akal sehatnya. Dan memberi kekuatan besar bagi seseorang untuk melakukan Sesuatu yang ia cintai.
Namun sayang, seringkali kekuatan energi cinta yang begitu besar menguap begitu saja tanpa ada sinergi dengan hal positif. Hal ini banyak terjadi dikalangan kawula muda kita, sahabat-sahabat kita, dan saudara-sadara kita. Atau mungkin justru kita sendiri. Cinta yang mereka usung selalu semu dan fana. Terbukti dengan kekecewaan, dan kesedihan yang diderita pada akhirnya secara sia-sia.
Sudah menjadi fitrah cinta yang timbul antara pria dan wanita yang bukan mahram. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al Quranul Karim. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Q.S Ar Rum [30] : 21).
Cinta walaupun
mempunyai energi yang luar biasa namun ia juga rapuh. Islam
mensyariatkan pernikahan untuk untuk melindunginya dari kemadharatan
yang ada padanya. Dengan akad pernikahan, Islam menghalalkan segala
macam bentuk ekspresi cinta dari pasangan suami istri. Bahkan setiap
ekspresi dari cinta tersebut bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Pengorbanan atas nama cinta tidak lagi menjadi sia-sia. Akan tetapi
bernilai sangat istimewa.

Rasa letih, lelah sang kepala keluarga untuk anak istri menjadi ibadah. Kesabaran istri dalam taat kepada suami, melayaninya dan mengasuh serta mendidik anak-anaknya menjadi ibadah. Dari hal terkecil sampai dengan hal yang paling besar terhitung ibadah.
Kerapuhan cinta bisa membuat dua insan berpisah. Dalam syariat pernikahan Islam. Islam menjaga hak setiap pihak, sehingga tidak ada yang dirugikan. Ketika terjadi perpisahan atau perceraian hak dan kewajiban dari kedua belah pihak telah diatur dengan sempurna. Dari mulai yang terkait dengan diri sendiri secara langsung. Seperti mut-ah (pemberian kepada istri ketika dicerai), dan aturan untuk rujuk. Maupun yang terkait dengan pihak lain, seperti pembagian waris dan aturan menikah kembali dengan pasangan yang berbeda.
Tidak ada isitilah pihak yang dirugikan disini. Pihak yang lepas dari tanggung jawabnya seperti menelantarkan anak dan istrinya. Ia akan diperhitungkan baik di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT. Keributan akibat harta gono-gini antara pasangan pun tidak akan terjadi. Karena telah diatur dalam pembagian waris dan penentuan kepemilikan harta.
Dengan demikian energi cinta yang besar tidak akan sia-sia serta tidak membahayakan. Rapuhnya pun tidak akan merugikan satu pihak, apalagi menderita sia-sia. Seperti pasangan yang ditinggal kekasihnya dan ia dalam keadaan mengandung, misalnya. Dari sini kita juga dapat mengatakan, penghargaan tertinggi untuk wanita atas nama cinta adalah pernikahan secara Islam. Wallahu a’lam bish-shawab.
Penulis adalah mahasiswa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Kairo, Mesir.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/27/lluu6v-hakikat-cinta-dan-pernikahan-dalam-islam
Cinta mengandung energi yang sangat besar, energi yang sangat luar biasa. Itulah kenapa seorang ibu rela berkorban sekalipun nyawanya demi sang anak. Seorang suami dapat tak hiraukan lelah dan peluh yang bercucuran demi anak istrinya. Para sahabat rela berkorban demi Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Dan Romeo yang rela mati demi Juliet kekasihnya (sebenarnya ini adalah perbuatan bodoh atas nama cinta).
Energi cinta yang besar mempunyai kekuatan untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu diluar akal sehatnya. Dan memberi kekuatan besar bagi seseorang untuk melakukan Sesuatu yang ia cintai.
Namun sayang, seringkali kekuatan energi cinta yang begitu besar menguap begitu saja tanpa ada sinergi dengan hal positif. Hal ini banyak terjadi dikalangan kawula muda kita, sahabat-sahabat kita, dan saudara-sadara kita. Atau mungkin justru kita sendiri. Cinta yang mereka usung selalu semu dan fana. Terbukti dengan kekecewaan, dan kesedihan yang diderita pada akhirnya secara sia-sia.
Sudah menjadi fitrah cinta yang timbul antara pria dan wanita yang bukan mahram. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al Quranul Karim. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Q.S Ar Rum [30] : 21).
Cinta walaupun
mempunyai energi yang luar biasa namun ia juga rapuh. Islam
mensyariatkan pernikahan untuk untuk melindunginya dari kemadharatan
yang ada padanya. Dengan akad pernikahan, Islam menghalalkan segala
macam bentuk ekspresi cinta dari pasangan suami istri. Bahkan setiap
ekspresi dari cinta tersebut bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Pengorbanan atas nama cinta tidak lagi menjadi sia-sia. Akan tetapi
bernilai sangat istimewa.
Rasa letih, lelah sang kepala keluarga untuk anak istri menjadi ibadah. Kesabaran istri dalam taat kepada suami, melayaninya dan mengasuh serta mendidik anak-anaknya menjadi ibadah. Dari hal terkecil sampai dengan hal yang paling besar terhitung ibadah.
Kerapuhan cinta bisa membuat dua insan berpisah. Dalam syariat pernikahan Islam. Islam menjaga hak setiap pihak, sehingga tidak ada yang dirugikan. Ketika terjadi perpisahan atau perceraian hak dan kewajiban dari kedua belah pihak telah diatur dengan sempurna. Dari mulai yang terkait dengan diri sendiri secara langsung. Seperti mut-ah (pemberian kepada istri ketika dicerai), dan aturan untuk rujuk. Maupun yang terkait dengan pihak lain, seperti pembagian waris dan aturan menikah kembali dengan pasangan yang berbeda.
Tidak ada isitilah pihak yang dirugikan disini. Pihak yang lepas dari tanggung jawabnya seperti menelantarkan anak dan istrinya. Ia akan diperhitungkan baik di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT. Keributan akibat harta gono-gini antara pasangan pun tidak akan terjadi. Karena telah diatur dalam pembagian waris dan penentuan kepemilikan harta.
Dengan demikian energi cinta yang besar tidak akan sia-sia serta tidak membahayakan. Rapuhnya pun tidak akan merugikan satu pihak, apalagi menderita sia-sia. Seperti pasangan yang ditinggal kekasihnya dan ia dalam keadaan mengandung, misalnya. Dari sini kita juga dapat mengatakan, penghargaan tertinggi untuk wanita atas nama cinta adalah pernikahan secara Islam. Wallahu a’lam bish-shawab.
Penulis adalah mahasiswa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Kairo, Mesir.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/27/lluu6v-hakikat-cinta-dan-pernikahan-dalam-islam
Belajar dari Fatimah RA
Kasih sayang orang tua manakah yang melebihi kasih sayang Rasulullah Muhammad SAW kepada Fatimah RA putrinya.
Seperti dipetik dalam the Stories of Sahabah bahwa Ali RA pernah berkisah kepada murid-muridnya tentang Fatimah, putri kesayangan Rasulullah itu. “Fatimah biasa mengolah gandum sendiri sehingga kulit tangannya menjadi tebal. Dia bawakan air untuk keperluan rumah tangganya dengan sebuah kantong kulit sehingga meninggalkan bekas-bekas di kulitnya. Dia bersihkan sendiri rumahnya sehingga menjadi kotor pakaiannya."
Ketika mendengar para tawanan perang dibawa ke Madinah, aku berkata kepadanya, 'Pergilah kepada Rasulullah dan mintalah pelayan untuk membantumu di dalam pekerjaan rumah tangga.' Dia pun pergi kepada Rasulullah, tetapi menemukan sedang banyak orang di sekelilingnya. Karena sangat sopan dan rendah hati, Fatimah merasa berat untuk memohon kepada Rasulullah di hadapan orang lain.”
Keesokan harinya Rasulullah datang ke rumah kami dan berkata: “Fatimah, apa yang menyebabkan engkau datang menemuiku kemarin?” Fatimah merasa malu dan tetap diam. aku berkata “Ya Rasulullah, kulit Fatimah menjadi tebal dan berbekas karena mengolah gandum dan mengambil air. Dia selalu sibuk membersihkan rumah sehingga pakaiannya selalu kotor. Saya informasikan kepadanya tentang tawanan perang dan menyarankannya menemuimu untuk meminta seorang pelayan.”
Rasulullah menjawab, “Fatimah, takutlah kepada Allah! Bertakwalah dan ketika pergi tidur hendaklah kau baca Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali. Kau akan merasakan bahwa ini akan lebih membantumu daripada seorang pelayan." Fatimah berkata, “Saya bersama Allah dan Rasul-Nya.”
Adalah Rasulullah SAW sendiri yang memberikan teladan dengan selalu ringan tangan membantu anggota keluarganya. Pantaslah jika Fatimah RA menurutinya.
Bahkan di dalam Khashaish Madrasatin Nubuwah diriwayatkan bahwa Fatimah binti Muhammad telah mengisi seluruh lembaran hidupnya dengan bekerja keras. Bayangkan saja, di dalam satu waktu, Fatimah sanggup mengolah tepung dengan tangannya, sambil kakinya membuai Husain, mulutnya membaca Alquran, dan matanya menangis karena takut kepada Allah SWT. Seandainya hidupnya lebih panjang, dan ada peluang untuk melakukan lebih banyak pekerjaan, niscaya akan dihadapinya dengan tegar dan ceria.
Ali RA suaminya pun seorang pekerja keras yang tidak pernah memilih-milih pekerjaan. Pernah suatu ketika ia terpaksa membantu seorang wanita tua mengangkat 16 ember, demi mendapatkan 1 butir korma untuk setiap embernya, hingga tangannya bengkak-bengkak. Ketika ditunjukkan hasil pekerjaannya kepada Rasulullah SAW, beliaupun tersenyum, menunjukkan keridhaannya dengan ikut memakan kurma hasil pekerjaannya itu. Wallahu a'lam bish-shawab.
Penulis adalah sahabat Republika di Texas, USA
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/25/llpor9-belajar-dari-fatimah-ra
Rabu, 01 Februari 2012
Perjuangan Menjadi seorang AMD :) :)
BIODATA FITIYA
Yuk kenalan!!! ^_^
Nama : Fitiya
Muftiyatuddini
Nama
Panggilan : Tiya, Fitiya, dan
Teteh ( berawal dari teman yang pertama kali aku kenal di Jurusan Pendidikan
Bahasa Arab memanggilku sebutan itu karena katanya “ Aku Orang Sunda Asli “ ) ^_^
Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 22 September 1992
Jenis Kelamin : Perempuan
Anak ke- : 2 (dua) Dari 5 (lima)
bersaudara
Alamat : Jln Raya
Pangalengan, Kp. Ciawi 02/22 Desa/ Kecamatan. Pangalengan Kabupaten Bandung
40378
Alamat
Sekarang : Jln Kertamukti Gg
Leman No. 88 ( Kosan Anggrek )
Fakultas : Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan
Jurusan : Pendidikan Bahasa
Arab
Cita
– cita : Ingin
menjadi Istri Sholehah bagi Suami nanti, ^_^
Ibu yang teladan bagi Anak2 nanti, ^_^
Guru yang sukses mengajar dan mendidik Muridnya ( Aamiin )
Membahagiakan Orangtua ( Kuliah sampai wisuda dengan hasil yang memuaskan, Kerja, tidak mengecewakan Abah dan Mamah, ibadah jangan ditinggalkan, menikah ^_^, kalo diberi kesempatan dan rejekinya banyak ingin umroh atau haji bersama Abah dan Mamah.. Insyaallah!! Aamiin ) eh lupa.. Ingin jadi penulis dan punya sekolah atau yayasan ^____^
Aamiin Yaa Rabbal’Aalamiin..
Membahagiakan Orangtua ( Kuliah sampai wisuda dengan hasil yang memuaskan, Kerja, tidak mengecewakan Abah dan Mamah, ibadah jangan ditinggalkan, menikah ^_^, kalo diberi kesempatan dan rejekinya banyak ingin umroh atau haji bersama Abah dan Mamah.. Insyaallah!! Aamiin ) eh lupa.. Ingin jadi penulis dan punya sekolah atau yayasan ^____^
Aamiin Yaa Rabbal’Aalamiin..
Hobi : Nulis apa aja,
gambar, makan, jalan – jalan ( kalo ada uang ), nonton.. apalagi yaa, banyak
atuuh kalo satu – satu panjaaaaaang..
Motto
Hidup : Jadikan semua
hal yang kamu lakukan dan kamu temui sebagai pengalaman berharga dan pelajaran
yang menuntunmu untuk selalu bermuhasabah, baik baik dan semakin baik sampai
kamu menemukan kunci kelemahan dan kelebihan dirimu sendiri serta menghargai
dan menghormati orang lain
Tetap Positif!!! ^____^
Tetap Positif!!! ^____^
Harapan
Untuk KSR : Bisa terkenal diantara
mahasiswa/I UIN SYAHID Jakarta, bisa peran aktif dalam kegiatan KSR,,, salah
satunya jadi relawan yang peduli sesama dan sempat terpikir bisa keliling
Indonesia, hehehehehe..
Sekilas
ceritaku selama masa pelatihan…
Yuk
baca dulu Basmallah bersama2..
Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Dari awal masuk kuliah saya belum
terlalu tahu tentang KSR, ketika memasuki semester 2 saya mulai tahu UKM – UKM.
Di semester awal saya sudah berniat untuk mengikuti UKM di semester 3 sekarang,
dan Alhamdulillah itu terwujud.
Saya daftar untuk mengikuti KSR diajak
oleh teman – teman di jurusan dan juga satu kelas. Namun teman yang mengajak
saya tidak selesai sampai menjadi anggota muda karena dia sudah mengikuti UKM
lain terlebih dahulu, sehingga pelatihan anggota KSR pun tidak berlanjut karena
takut akan terjadinya bentrok apabila ada kegiatan antar UKM dan waktu kuliah.
Hmmm…sore hari terakhir pendaftaran
saya pun datang ke sekret KSR, disana saya bertemu dengan Mpok Dara, saya pun
mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang registrasinya. Tak lama disana
saya pun beranjak dari sekret untuk pulang ke kosan dengan keadaan hati yang
masih setengah2. “Yakin niih ikut KSR?? “ bisik temanku. Menjadi pembuka
obrolan yang sedikit mengecohku, “ entahlah aku ingin mencoba dulu ”. Kami pun
berjalan pulang dengan ditemani gerimis hujan dan mahasiswa/I yang berlalu
lalang di kampus yang masih melakukan aktifitasnya.
Waktunya indoor !!!!
Hari2 pelatihan pun datang, saya pun
harus mengawalinya dengan semangat dan tetap menjadikan kuliah no satu.
Waktunya mengatur waktu dengan baik, itulah salah satu yang harus diatur mulai
sekarang.
Saya mengikuti hari pertama namun
sesi ke dua karena sesi pertama saya ada kuliah, hari – hari pelatihan pun saya
jalani dengan berbagai peraturan dari mulai perizinan tidak boleh lebih dari 8
kali, dan banyak lagi peraturan lainnya yang sedikit membuatku merasa pusing.
Di awal- awal pelatihan saya mengikutinya dengan perasaan yang tidak nyaman
karena teman – temannya belum saya kenal semua. Namun seiring berjalannya waktu
itu pun bisa saya jalani dengan datang kemalasan, perasaan ingin keluar ketika
akhir2 dan banyak lah satu per satu teman angkatanku yang mulai berguguran
termasuk KABALANG lhoo, dan itu yang saya sayangkan. Saya pun salah satu orang
yang sempat akan keluar karena berbagai alasan, namun akhirnya saya tidak jadi
keluar karena kejadian sore itu yang membuatku merasa terharu dengan kedatangan2
sebagian teman2ku ke kosan.
Outdoor angkatan kami sempat ditunda
karena berbagai hal materi dan fisik teman2 yang belum siap serta mungkin ada
sebab2 lainnya. Diundur hampir 2 minggu bukanlah hal yang mudah karena saat itu
niatku masuk KSR mulai goyah karena kemalasan dan godaan – godaan lain yang membuatku
melemah. Apalagi saat itu ada UAS, otakku berputar – putar penuh dengan
berbagai pertimbangan. Kalo kata teman saya Istiya “ Yaziid wa Yankus “,
pastilah seperti itu soalnya panitia mulai menyebalkan dengan tingkah mereka,
hukuman – hukuman, tugas – tugas, Kesal namun tetap saya jalani dengan ikhlas.
Insyaallah !!!
Persiapan menuju outdoot !!!!!
Sibuk, uang limit, peralatan yang
seambruk banyaknya, tas cariel yang tinggi, barang2 seperti kompor komando,
minyak komando, apalah itu? Benar – benar barang yang baru saya ketahui.
Begitulah keadaan menuju outdoor tugas BALANG IN ACTION, latihan fisik yang
amat sangat, mantaaap!!! Push up berantai, scot jump, angkat tandu, bikin
bypack, aduuuuh packing aja harus benar2 dilatih, karena telat harus datangin
seluruh UKM untuk minta tandatangan ketua setiap UKM…hmmm beginilah nasib jadi
BALANG “ Siap Sigap Semangat Bersama Kita Bisa “ yang menjadi bahan hiburan
para Abang dan Mpok iseng terhadap kami.
1 hari sebelum keberangkatan aku
dilanda takut entah kenapa, kami dikarantina selama seharian penuh dengan
wejangan dari para senior KSR yang begitu baik tidak seperti Panitia apalagi
Keamanan dan Panitia – panitia lain yang judes, galak, dan membuat kita segan
untuk tersenyum pun, apabila latihan datang berharap mereka tidak datang…
hihihi ( jadi seperti anak SMP SMA yang di ospek, kami seperti boneka suruh ini
iya suruh itu iya…!!! BALET BALET )
Malamnya kami masak memakai kompor
komando dan nesting, serta bahan mentah yang dibeli dengan uang 25 ribu untuk
17 orang dalam waktu kurang lebih 2 jam. Huuuaah…sedikit keteteran dan panik,
makan seadanya sayur hambar, nasi belum matang, di waktu juga…benar – benar
pengalaman tak terlupakan saat menjadi BALANG. Satu orang teman kami Maliki
belum datang dan menjadi permasalahan apakah dia ikut atau tidak karena malam
itu dia pulang dahulu dan baru sembuh dari sakitnya. Sebelum keberangkatan kami
diamanahi sebuah telur yang diberi stempel KSR dan itu tidak boleh pecah,
handphone kami serahkan ke Panitia, serasa mau pergi jauh ke medan
juang,,hahaha kami nelpon orangtua masing – masing untuk memberi kabar kepada
mereka. Saya nangis karena diangkat telponnya sama Abah dan pasti ngasih
wejangan dulu, selalu meresap ke hati wejangannya penuh dengan kebijaksanaan
seorang ayah. Insyaallah dijaga karena Allah yang akan melindungi dan menjaga
mah, gtu katanya…hmmm!!! Air mata keluar..hiks hiks ‘____’
Berakhirlah semua kesenangan di
Ciputat waktunya siap – siap pergi mendaki, hujan pun turun deras mengiringi
kepergian kami. Berjalan sampai UMJ dengan cariel yang amat sangat berat 49kg,
haduuuh!!! Maliki pun datang…horee… Bismillahitawakkaltu ‘ala Allah..
Jalan… jalan… dan terus berjalan dengan
cipratan air mobil kendaraan yang melaju dengan cepat, hujan yang terus menerus
turun, lengkap sudah!!! Belum sampai saja sudah diuji oleh alam, hehehe… belum
nanti kalau sudah sampai di tempat, panitia marah, dll. Hmmm tambah saja ujian
nya..sabar!!! pasti ada hasilnya Ilmu Insyaallah, Fisik Insyaallah, Teman juga
nambah…tetap semangat BALANG !!! kami istirahat dan saya bersama K’Slamet,
K’Iga, K’Indah, K’Rahmi, Tiyong, Afda berangkat awwalan ke Markas PMI Jaksel
dengan setumpuk cariel di belakang pula duduknya dan Mobil bak terbuka. Hmmm…
mengasyikan, jarang2 lagi seperti ini setelah SMA lulus.
Sampai disana ternyata Panitia sudah
banyak, langsunglah kami nurunin cariel, beresin cariel, ganti baju karena
basah, langsung deh beres – beres untuk tidur. Serta teman kami yang masih di
Ciputat menyusul. Selamat tidur !!!
Pagi!!! Di samping saya sudah banyak
teman dan semuanya hadir ternyata tak terasa tidur kami nyenyak sekali sampai
teman2 yang datang pada kloter kedua pun kami tidak tahu. Alhamdulillah..
Sibuk, di waktu, seperti biasa kami
terus – menerus ditakut – takuti panitia untuk tidak TERLAMBAT!! Tapi dasar
BALET tetap telat,, ya mau bagaimana kami sudah berusaha tetap saja..mungkin
emang begitu adanya. HUKUMAN lagi!!! MASYAALLAH.. Tak habis2nya kami kena
hukuman, sudah bosanlah saya dan teman – teman, CAPEK rasanya!!! Setelah bangun
kami packing lagi, shalat, dll. Olahraga dimulai, 12345678, 22345678.. suara
bilangan itu selalu keluar tiap olahraga menjadi semangat kami.
Waktu tak terasa matahari mulai
terbit menampakkan wajahnya, dikasih makan sama Panitia..MAKASIIH ABANG DAN
MPOK, MAKAN!!! Kami melangsungkan Apel yang mengawali keberangkatan menuju
CIDAHU tempat kami outdoor. Saatnya berangkat…
5 hari kami akan berada disana, baru
datang harus merangkak, hujan, tanah licin, capek, kesal, pengen nangis,
jalannya naik, Ya Rabbanaa!!! Sabar,,, Dasar Bang Sodik ngeselin sekali dia.
Dalam hati selalu keluar perasaan dan perkataan “KAMI ITU BUKAN HEWAN
MANUSIAWIKAN KAMI DALAM MELAKUKAN SEGALA HAL” hahahaha sedikit berontak hati
ini namun Alhamdulillah tidak keluar untuk membangkak atau melawan. Naik gunung
sebanyak 3 kali bikin bypack lagi packing lagi, hujan lagi, licin tanjakan, jurang,
sungai, air mentah, nasi belum matang, makan seadanya, shalat dalam keadaan tak
layak, badan kotor, pakaian kotor, mukena basah, dimarah – marahin panitia,
tidur tidak nyaman, hukuman lagi, waaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh pokonya seperti
latihan militer dan benar – benar baru kali ini saya melakukan hal seperti ini.
Pengen pulaaaaaaaaaaaang!!!!!
Hari kedua siangnya kami mencari kaos
BALANG naik turun semak, kalau tidak salah saya orang pertama yang mendapatkan
kaos, eh pas kembali mencari kaos teman2 yang lain lupa kaosnya dibiarin.
Diambil kembali deh sama panitia, atuuuuh harus mohon lagi minta kaos,
Alamaaaaaakkk!!!! Ada2 aja, udah mah capek bolak balik ada lagi kejadian L.
Sorenya kami ada materi seru dari Bang Syaiban apa gitu namanya gatau, dan
terhibur!!! Tidak seperti saat2 ada BAGIAN KEAMANAN pasti tegang, melihat wajah
mereka saja sudah ngeselin, MAAF YAA BANG IRWAN, MPOK SEPTI, DAN MPOK NISA J.
Kami naik gunung lagi ngelakuin kesalahan. Malamnya, teman kami ada yang mempunyai
mitela 2 dan menjadi masalah untuk kami, dia tak dianggap, disuruh pulang,
dimarahin, emang siih salah dia tapi kasihan dia digituin panitia, panitia pun
marah dan tak mau melanjutkan acara, sungguh disana saya pengen nangis, mulai
berkurang semangat dll nya, kami malu sama panitia, kami kesal, kami marah,
tapi kami tidak bias seperti itu. Kami mencari solusi agar semuanya lancaar
kembali namun akhirnya tetap besok paginya kita packing lagi turun gunung lagii
panitia pun benar2 tidak menghiraukan kami. Tidak ada perbekalan, makan
seadanya daun pakis, tunas pakis, dan tumbuhan yang asem itu entahlah lupa
namanya menjadi pelengkap sarapan pagi kami. Sediih!!! Pulang kembali dengan
perasaan bingung,,
Berjalan lagi menuju tempat
selanjutnya ditemani beberapa panitia. Baru sampai kita kena hukuman dan
langsung simulasi Bang Heri ceritanya keseleo tapi akhirnya pingsan, materi
lagi!!! Minta maaf ke keamanan, karena kesalahan tadi malam belum termaafkan,
Slamet disuruh pulang kami kebingungan harus bagaimana? KABALANG mencoba
memohon tidak juga, kami ditolak pula, dengan keadaan direndam di air
pegunungan, dingiiiin!!!!!!! Kami nurut saja LLL
muka kita di coreng2 pke lumpur, BAAAAAAUuuu !!!!!!! Akhirnya pintu hati
terbuka dan kami DIMAAFKAN..
Di tempat ketiga ini, hari ketiga
kami melakukan aktifitas BALANG seperti biasa, BALANGWATI membuat 2 bypack lalu
BALANGWAN 1 bypack. Dibantu Bang Keke akhirnya bypack pun selesai, WAKTUNYA 2
MENIT LAGI !!! OALAAAAHH… TELAT LAGIIII, belum makan.. masak.. hmmm BALANG
BALANG!!! HIDUP 5 HARIMU MALANG SEKALI,,,disini kami merasakan sesuatu yang
berbeda dari kemarin2 sekarang mulai terasa enak walau hukuman lagi dan lagi
karena TELAT,,,, BERUSAHA UNTUK TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN!!! Malam pun tiba,,
Curhat sebelum tidur bersama Mpok Aya dan Bang Sonan..lalu selesai itu kami
tidur, tumben belum terlalu larut sudah disuruh tidur,,, ternyata eh ternyata
malam – malam sekitar jam 1 an, semua Panitia ngumpul banyak sekali kami
disuruh bangun, masih belum sadar sepenuhnya, diburu – buru, saya kaget kenapa
bisa banyak sekali panitia dan senior,, kami pun disuruh melengkapi atribut,
sepatu, jaket, kaoskaki, senter, dll. Hmmm angin malam pegunungan menyentuk
tubuh yang kedinginan tambah dingin dan gemetaran. Mata kami ditutup mitela, berpegangan,
berjalan, sambil nyanyi, YA ALLAH DINGINNYA!!!
Tak terasa waktu subuh pun datang,
matahari tak terlihat karena langit mendung dan pagi itu hujan turun. Kami
mandi di air terjun, brrrrrr…dingin sekali, bluuuuuuuuuuuuggg aku jatuh!!!!
Huhuhuuhu..pantat sakit, alhmdulillah tidak hanyut hehehehe…
Kembali ke tempat outdoor pertama,
kami beres2 lagi dan turun gunung lagi. Sesampainya kami langsung simulasi
besar tentang bencana..hmmm waktunya telat lagi, kena hukuman. Ada masalah
besar, Renita disuruh pulang karena ID Card nya rusak lalu kami pun memohon
kepada panitia untuk tidak melakukan hal itu. Dan dengan berbagai cara semuanya
bisa tertangani ternyata itu semua hanyalah permainan panitia menuju detik –
detik pelantikan AMD, hehehe saya nangis mohon – mohon ke MPOK FATMA bareng
Vivi supaya acara tidak dibatalkan. DASAR,,,tau kayak gitu malas sekali
nangiiiis…hehehe
Berakhirlah semua rangkaian kegiatan
outdoor, dengan menjemput Renita di air terjun di bawah gunung apa gitu,, lalu
kami direndam disana lama sekali, sudah mah dingin, lelah, capek, tapi asyik!!!
Malamnya kami api unggun,,, besoknya PULAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!!!!!!!!!!!!!!
Alhamdulillah selesai semua “AMD KSR
11” walau belum menjadi anggota penuh setidaknya sudah berakhir masa pelatihan
yang menakutkan dan mengharukan.. SELAMAT TINGGAL BALANG, BALET, BALUNG DAN
BALANG – BALANG LAINNYA !!! waktunya beraksi kedepan,,, tetap semangat!!!
SEMOGA 17 AMD KSR 11 ini masih tetap bersatu sampai nanti menjadi anggota
penuh.
PESAN : Tetap jaga silaturahim!!! Saling
memberi semangat kedepannya apapun itu,,J
JJ
KESAN : Saat pelantikan di air terjun,
Mandi bareng di sungai, Foto – foto, hal- hal paling menegangkan yaitu saat
naik gunung kembali, penuh petualangan, nangis – nangis mohon Renita kembali…
Kayak anak kecil hahahahahaha…. J
J
Terima kasih, Assalamu’alaikum Semangat
AMD!!!! JJ
Terima kasih Abang dan Mpok, Senior,
Panitia serta Pemateri telah memberikan banyak pengalaman dan ilmu yang
berharga bagi kami..
Langganan:
Postingan (Atom)



