Oleh: Deasy Lyna Tsuraya
Percayalah pada janji Allah. Pun disaat kita diamuk gulana.
Semuanya sudah termaktub dalam lembaran ayat suci-Nya. Bacalah surah
Al-Insyirah ayat 5 dan 6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS
Al-Insyirah: 5-6).
Tentu ayat di atas sudah tak asing lagi bagi kita. Kita seringkali
mendengar ayat ini, namun kadang hati kita masih saja lalai, sehingga
tidak betul-betul merenungkannya. Atau mungkin kita pun belum
memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh
luar biasa faedah yang dapat kita petik. Jika kita benar-benar
mentadabburi ayat di atas, sungguh berbagai kesempitan akan terasa
ringan dan semakin mudah kita pikul.
Percayalah...
“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”
‘Abdullah bin Mas’ud RA pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk
ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya..."
Yakinlah saudaraku...
Bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan yang begitu
dekat. Mungkin di awal-awal kesulitan, belum datang pertolongan atau
jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung
tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian ya? Itu
karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu amat pasrah. Segala suatu
telah diserahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala
urusan. Itulah yang dinamakan hakekat dari tawakkal.
Kuncinya adalah sabar. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi
paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan
berkeluh kesah.
Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,
Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan,
maka ia pasti akan selamat.
Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.
Penulis
adalah Pemimpin Redaksi Buletin Pernik Jurusan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar UNJ (2009-2010) dan pengarang lima buku sastra
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/25/llrb1w-satu-kesulitan-vs-dua-kemudahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar