Rabu, 08 Februari 2012

Komersialisasi dan Komoditas Pendidikan



Iseng – iseng, Insyaalloh bermanfaat JJ
Saling share aja JJ
Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh J
            Sebuah percakapan sederhana dengan kakak kelas ku di jurusan pendidikan bahasa arab : berawal dari niatku ingin mengikuti lomba nulis yang diadakan sebuah Universitas di Indonesia, namun saya mengalami kesulitan dalam mengumpulkan bahan dan pemikiran – pemikiran tentang tema tersebut, tak ada buku, ada bahan di internet tapi membuatku bingung untuk mencerna tulisan itu karena sebagian ada istilah – istilah dalam bahasa Inggris,,hmmm sedikit ide untuk share hal itu di facebook.
Saya kirim ke beberapa teman dan kakak kelas saya, lalu ada sebagian dari mereka yang mengomentarinya. Alhamdulillah ada yang menanggapinya, salah satunya di bawah ini :
A            : Begitu parahkah Pendidikan Indonesia? ada yang punya tanggapan tentang" Komersialisasi dan Komoditas Pendidikan "
K            : Hmm, tidak bisa dipungkiri lagi, itulah yg membedakan pendidikan sekarang dan masa lalu. Sekarang : Nilai aja mesti dibeli. Ckckck..
A            : trus solusi nya gmna? apakah ada?
K            :  Memurnikan proses pendidikan seperti dulu lagi : Tidak menjual murah nilai, tidak selalu menomorsatukan uang dalam pendidikan (serba bayar, tapi berikanlah beasiswa bagi murid yg kurang mampu dan berprestasi), menjunjung citra pendidikan yang baik, dll. How about U?
A            : no comment,,aku mau tau tentang hal itu dari kakak2 dan teman2,, hmmm emang agak sulit untuk memurnikan kembali pendidikan,,karena mereka para perumus aturan2 pendidikan yang malah menjadikan pendidikan dikomersialisasikan.. :))begitukah?
K            : Ya emg bnr pendapatmu, pendidikan skrg kdng suka dikomersialisasikan. Hal itu krn manusia skrg pengennya yg instan dan cepat saji. Contoh: Mau cepat masuk perguruan tinggi, mesti bayar. Nilai bagus, bayar, dsb. Ini-itu serba bayar. Mgkn pikiran "cepat saji" ini muncul krn mereka beranggapan untuk mempermudah proses. Dimaklum aj, klo pikiran spt tu di masa skrg. Tp apkh tdk ada cara lain, yg lbg baik? Pendidikan masa dulu sistemnya ikhlas. Ngga mesti bayar mahal kan? Yg pntg peserta didiknya nyaman belajar. Alaisa kadzalik?
A            : makasih kak... :))
K            : OK. U'r welcome :D
Asyik dan menyenangkan bukan berdiskusi?
Lalu sedikit pemikiranku terbuka tentang komersialisasi pendidikan.
Komersialisasi = perdagangan
Pendidikan = proses mendidik?
            Sepintas dalam pikiranku tertulis perdagangan dari sebuah pendidikan atau proses pendidikan yang diperdagangkan? Sangat membuat merinding, pendidikan di Indonesia diperdagangkan? Hmmm,,memang benar tak sedikit sekolah – sekolah yang ada di Indonesia menjadikan pendidikan target untuk mencari keuntungan para pelaku sekolah bahkan pemerintah sekalipun. Pendidikan menjadi persoalan utama yang perlu dikaji dan diperbaiki saat ini, bukan hanya sistem akan tetapi orang – orang yang terkait di dalamnnya. Begitu mulianya sebuah kata pendidikan yang didalamnya sarat akan ilmu, (ilmu dunia dan akhirat) dan ternyata hanya jadi alat untuk kepentingan orang – orang tertentu saja. Bahkan mungkin kita juga termasuk karena telah ikut teracuni sistem seperti itu. Na’udzubillaahimindzalik JJ
            Komentar dari seorang teman di salah satu grup yang saya ikuti di facebook berkata :
 “ ktk ideologi kapitalis sudah merasuk dlm dunia pendidikan, jgn prnh berharap ada sekolah gratis! “  
Katakan saja sekolah gratis ?
Pemerintah menggembor – gemborkan sekolah gratis untuk masyarakat kurang mampu, realitanya hanyalah slogan – slogan pembohong yang di dalamnya tetap memberikan pungutan – pungutan atau bayaran – bayaran bukulah, bimbingan belajar, dan biaya bangunan yang super duper MAHAL.
            Berawal dari ekonomi kapitalis ternyata pendidikan juga ikut – ikutan seperti itu. Semakin tinggi dan banyaknya permintaan ini dan itu dari sekolah semakin berdampak buruk bagi anak – anak yang ingin sekolah lebih tinggi, yang kaya semakin mudah karena segala sesuatu bisa didapat dengan uang sekalipun itu pendidikan. Lalu yang miskin semakin susah untuk bisa duduk di bangku sekolah. Masyaalloh begitu serakahkah manusia?
Lalu apakah ada perbaikan dalam proses belajarnya?
            Sebagian besar siswa hanya bisa mengikuti prosesnya saja tanpa memaknainya sebatas mencari pendidikan, ya mungkin begitu “seperti terlukis dalam film 3 Idiot bhwa pendidikan skrng terutama di perguruan tinggi hanya melahirkan mesin untuk bekerja bukan untuk memanusiakan manusia sesuai dengn jati diri bangsa kita” ( kata seorang teman )
            Semakin indah perbincangan walau tak tatap muka namun bisa bertukar ilmu, salah satunya link ini:
Memberikan pencerahan yang luar biasa, kembali ke sistem islam tanpa harus mensetting ulang keseluruhan sistem. Namun dengan mengambil dan menerapkan sebagian sistemnya, dapat berpengaruh pada aspek lain. Insyaalloh 
            Tetap jadikan pendidikan itu sesuatu yang amat penting, walau embel – embel komersialisasi, komoditas pendidikan, murid dijadikan konsumen, dan bahkan dunia semakin gila dengan kapitalisme, sekularisme, atau apapun lah namanya yang terpenting mendidik anak untuk tetap menjadi manusia yang bertaqwa dan berilmu harus dijalankan, walau tidak dengan bangunan mewah, buku yang mahal, fasilitas yang lengkap. Selama alam ini masih bisa kita jadikan objek pembelajaran, why not? Orangtua akan tetap menjadi sumber dan perantara pokok dalam membina anaknya.
Pemerintah mungkin boleh menerapkan beragam sistem ini dan itu, tanpa harus merusak dan memberikan beban serta penderitaan yang berlebih kepada rakyatnya.
            Satu hal yang bisa saya ambil, mungkin adanya komersialisasi hanya akan menambah kebodohan karena pendidikan hanya akan dirasakan bagi orang – orang yang bisa membayar saja sedangkan mereka yang kekurangan hanya akan merasakan penderitaan. Namun dalam islam pendidikan akan tetap tercipta karena masih ada peran aktif orangtua dan alam yang selalu memberikan banyak pelajaran murah dan mudah tanpa harus menjadikan pendidikan sebagai komoditas jasa yang yang sulit didapatkan.
Mudah – mudahan bermanfaat JJJ
Kalau ada yang kurang boleh ditambahkan atau dikurangi.
Wassalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh JJJ



Tidak ada komentar:

Posting Komentar