Iseng –
iseng, Insyaalloh bermanfaat JJ
Saling share aja JJ
Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh J
Sebuah percakapan sederhana dengan
kakak kelas ku di jurusan pendidikan bahasa arab : berawal dari niatku ingin
mengikuti lomba nulis yang diadakan sebuah Universitas di Indonesia, namun saya
mengalami kesulitan dalam mengumpulkan bahan dan pemikiran – pemikiran tentang
tema tersebut, tak ada buku, ada bahan di internet tapi membuatku bingung untuk
mencerna tulisan itu karena sebagian ada istilah – istilah dalam bahasa
Inggris,,hmmm sedikit ide untuk share hal itu di facebook.
Saya kirim ke beberapa teman dan kakak kelas
saya, lalu ada sebagian dari mereka yang mengomentarinya. Alhamdulillah ada
yang menanggapinya, salah satunya di bawah ini :
A : Begitu parahkah Pendidikan Indonesia? ada yang punya tanggapan tentang" Komersialisasi
dan Komoditas Pendidikan "
K : Hmm, tidak bisa dipungkiri lagi, itulah yg
membedakan pendidikan sekarang dan masa lalu. Sekarang : Nilai aja mesti
dibeli. Ckckck..
A : trus solusi nya gmna? apakah ada?
K :
Memurnikan
proses pendidikan seperti dulu lagi : Tidak menjual murah nilai, tidak selalu
menomorsatukan uang dalam pendidikan (serba bayar, tapi berikanlah beasiswa
bagi murid yg kurang mampu dan berprestasi), menjunjung citra pendidikan yang
baik, dll. How about U?
A : no comment,,aku mau tau tentang hal itu
dari kakak2 dan teman2,, hmmm emang agak sulit untuk memurnikan kembali
pendidikan,,karena mereka para perumus aturan2 pendidikan yang malah menjadikan
pendidikan dikomersialisasikan.. :))begitukah?
K :
Ya emg bnr pendapatmu,
pendidikan skrg kdng suka dikomersialisasikan. Hal itu krn manusia skrg
pengennya yg instan dan cepat saji. Contoh: Mau cepat masuk perguruan tinggi,
mesti bayar. Nilai bagus, bayar, dsb. Ini-itu serba bayar. Mgkn pikiran "cepat saji" ini muncul krn mereka
beranggapan untuk mempermudah proses. Dimaklum aj, klo pikiran spt tu di masa
skrg. Tp apkh tdk ada cara lain, yg lbg baik? Pendidikan masa dulu sistemnya
ikhlas. Ngga mesti bayar mahal kan? Yg pntg peserta didiknya nyaman belajar.
Alaisa kadzalik?
A : makasih kak... :))
K : OK. U'r welcome :D
Asyik dan
menyenangkan bukan berdiskusi?
Lalu
sedikit pemikiranku terbuka tentang komersialisasi pendidikan.
Komersialisasi
= perdagangan
Pendidikan
= proses mendidik?
Sepintas dalam pikiranku tertulis
perdagangan dari sebuah pendidikan atau proses pendidikan yang diperdagangkan?
Sangat membuat merinding, pendidikan di Indonesia diperdagangkan? Hmmm,,memang
benar tak sedikit sekolah – sekolah yang ada di Indonesia menjadikan pendidikan
target untuk mencari keuntungan para pelaku sekolah bahkan pemerintah
sekalipun. Pendidikan menjadi persoalan utama yang perlu dikaji dan diperbaiki
saat ini, bukan hanya sistem akan tetapi orang – orang yang terkait di
dalamnnya. Begitu mulianya sebuah kata pendidikan yang didalamnya sarat akan
ilmu, (ilmu dunia dan akhirat) dan ternyata hanya jadi alat untuk kepentingan
orang – orang tertentu saja. Bahkan mungkin kita juga termasuk karena telah
ikut teracuni sistem seperti itu. Na’udzubillaahimindzalik JJ
Komentar dari seorang teman di salah
satu grup yang saya ikuti di facebook berkata :
“ ktk
ideologi kapitalis sudah merasuk dlm dunia pendidikan, jgn prnh berharap ada
sekolah gratis! “
Katakan
saja sekolah gratis ?
Pemerintah
menggembor – gemborkan sekolah gratis untuk masyarakat kurang mampu, realitanya
hanyalah slogan – slogan pembohong yang di dalamnya tetap memberikan pungutan –
pungutan atau bayaran – bayaran bukulah, bimbingan belajar, dan biaya bangunan
yang super duper MAHAL.
Berawal
dari ekonomi kapitalis ternyata pendidikan juga ikut – ikutan seperti itu.
Semakin tinggi dan banyaknya permintaan ini dan itu dari sekolah semakin
berdampak buruk bagi anak – anak yang ingin sekolah lebih tinggi, yang kaya
semakin mudah karena segala sesuatu bisa didapat dengan uang sekalipun itu
pendidikan. Lalu yang miskin semakin susah untuk bisa duduk di bangku sekolah.
Masyaalloh begitu serakahkah manusia?
Lalu
apakah ada perbaikan dalam proses belajarnya?
Sebagian
besar siswa hanya bisa mengikuti prosesnya saja tanpa memaknainya sebatas
mencari pendidikan, ya mungkin begitu “seperti terlukis dalam film 3 Idiot bhwa pendidikan skrng
terutama di perguruan tinggi hanya melahirkan mesin untuk bekerja bukan untuk
memanusiakan manusia sesuai dengn jati diri bangsa kita” ( kata seorang teman )
Semakin indah perbincangan walau tak
tatap muka namun bisa bertukar ilmu, salah satunya link ini:
Memberikan pencerahan yang luar biasa,
kembali ke sistem islam tanpa harus mensetting ulang keseluruhan sistem. Namun
dengan mengambil dan menerapkan sebagian sistemnya, dapat berpengaruh pada
aspek lain. Insyaalloh
Tetap
jadikan pendidikan itu sesuatu yang amat penting, walau embel – embel
komersialisasi, komoditas pendidikan, murid dijadikan konsumen, dan bahkan
dunia semakin gila dengan kapitalisme, sekularisme, atau apapun lah namanya
yang terpenting mendidik anak untuk tetap menjadi manusia yang bertaqwa dan
berilmu harus dijalankan, walau tidak dengan bangunan mewah, buku yang mahal,
fasilitas yang lengkap. Selama alam ini masih bisa kita jadikan objek
pembelajaran, why not? Orangtua akan tetap menjadi sumber dan perantara pokok
dalam membina anaknya.
Pemerintah
mungkin boleh menerapkan beragam sistem ini dan itu, tanpa harus merusak dan
memberikan beban serta penderitaan yang berlebih kepada rakyatnya.
Satu
hal yang bisa saya ambil, mungkin adanya komersialisasi hanya akan menambah
kebodohan karena pendidikan hanya akan dirasakan bagi orang – orang yang bisa
membayar saja sedangkan mereka yang kekurangan hanya akan merasakan penderitaan.
Namun dalam islam pendidikan akan tetap tercipta karena masih ada peran aktif
orangtua dan alam yang selalu memberikan banyak pelajaran murah dan mudah tanpa
harus menjadikan pendidikan sebagai komoditas jasa yang yang sulit didapatkan.
Mudah
– mudahan bermanfaat JJJ
Kalau
ada yang kurang boleh ditambahkan atau dikurangi.
Wassalaamu’alaikum
warohmatulloohi wabarokaatuh JJJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar